untitled*
Sunday, June 22nd, 2008Hey Nona kecil yang berputar-putar
dalam pusaran mimpi dan realita, pernahkah kau terbangun dan tersadar
bahwa matahari tlah tinggi dan kisahmu tlah berakhir di penghujung
malam, lama sebelumnya? Kini kau berusaha menggapai-gapai ke permukaan,
kau hampir kehabisan napas, tapi kegelapan menarikmu lebih jauh pada
kedalaman yang mematikan. Kau sendirian. Tapi kini tak ada lagi Bintang
Jatuhmu, simbol keberuntunganmu, untuk meraih tanganmu dan membawamu ke
permukaan tuk menatap fajar di lembar cakrawala. Dan kau tangisi
kepergiannya. Karna semua bahagia itu tinggallah mimpi-mimpi yang hadir
pada menit-menit yang mematikan dalam kesendirian. Yang tersisa
hanyalah nada-nada indah yang teredam dalam kenangan. Lalu kau
berpikir, "Akankah aku bisa meniti lagi jembatan pelangi dan temukan
cinta lagi?"
dalam pusaran mimpi dan realita, pernahkah kau terbangun dan tersadar
bahwa matahari tlah tinggi dan kisahmu tlah berakhir di penghujung
malam, lama sebelumnya? Kini kau berusaha menggapai-gapai ke permukaan,
kau hampir kehabisan napas, tapi kegelapan menarikmu lebih jauh pada
kedalaman yang mematikan. Kau sendirian. Tapi kini tak ada lagi Bintang
Jatuhmu, simbol keberuntunganmu, untuk meraih tanganmu dan membawamu ke
permukaan tuk menatap fajar di lembar cakrawala. Dan kau tangisi
kepergiannya. Karna semua bahagia itu tinggallah mimpi-mimpi yang hadir
pada menit-menit yang mematikan dalam kesendirian. Yang tersisa
hanyalah nada-nada indah yang teredam dalam kenangan. Lalu kau
berpikir, "Akankah aku bisa meniti lagi jembatan pelangi dan temukan
cinta lagi?"
Kuharap bisa, Nona kecil. Karna ia bahagia bersamaku. Kini pergilah dan cari kebahagiaanmu sendiri.