Archive for November, 2007

Roman Picisan

Monday, November 26th, 2007

Dasar orang itu..
Bikin kangen mlulu. Bikin senyum2 mlulu. Nyengir-nyengir mlulu.

Sayaaaaaang sekali sama orang itu.

Kenapa ya, kenapa ya??

Apakah karena dia bikin saya nyaman tiap kali saya bareng dia?
Apakah karena sama dia saya bisa ngomong apa aja?
Apakah karena saya bisa jadi diri saya sendiri dengan dia?
Atau karena ia menerima saya apa adanya..
Hmm.
Mungkin karena dia selalu bisa bikin saya ketawa,
mungkin karena dia pernah menyanyikan lagu yang buat saya terpesona..
mungkin juga karena perjuangan dia yang membuat saya jatuh cinta,
atau karena kemunculannya di saat-saat tak terduga.
Mungkin karena kejujuran yang saya lihat di binar matanya,
atau karena kegigihannya yang tak terbantahkan.
Bisa jadi karena ke-macho-annya?
(Hehehe. Ini lelucon antara saya, dia, dan fadhil si pencetusnya)
Yang jelas, setiap momen bersamanya amat sangat berharga.
Sesederhana apapun itu.
Sesederhana apapun ia.

Bahkan Lapangan Segitiga CC pun jadi istimewa berkatnya.
=)

Saya bisa saja menuliskan 11.112.007 alasan mengapa saya begitu menyayangi dia,
tetapi yang saya sebutkan hanya akan menggambarkan
bahwa ia adalah seseorang yang begitu penyayang,
sehingga tak sulit bagi saya untuk menyayangi dia apa adanya…

Oky Eldyagusta,
aku sayang kamuuu,,,

…malu ah

Brand New Melody

Wednesday, November 21st, 2007

So there was time when nights felt bitter and
blue. And love was something cold I could barely touch it with my
fragile hearts that’s trembling from the reminiscence of a past memory.
Loneliness was the only accompany.   

When
every passing of every second hurt me, and every breath I took was a
stage of misery, my state of mind was the only thing that kept me
strong. It encouraged me to move on. The thought that nobody can bring
me down kept me going on. Consequently, I found another side of me that
grew really strong; another part of me that needed no men to bring me
joy.   

As a result, the world laughed at me;
tortured me with such agony. But I just nodded my head carelessly and
laughed back. If the world can play games on me, so why can’t we?   

Deep inside, I knew something was wrong.   

Even worse, I knew that loneliness still crawl along.   

Then
somebody came and knocked the door I hadn’t known was there. He brought
along with him twenty million ways to make me smile again. I was amazed
by the way he caught my heart; likewise he managed to wipe all this
tears out. Replacing painful memories; filling in the empty spaces with
beautiful melody.   

A melody that causes this smile to linger; melody that I would want to sing forever.   

He
is everything I could ask for, and more. He is the answer to all my
prayer. How can I not be thankful to God, over and over, and over? He
makes me want to be a better person; in fact he makes me believe that I
can be better.   

Now the sun is shining in
every turning of my day. Because he’s here to brighten my life in every
minute and every way. Not only that I can’t wait for the morning to see
his smile lit up my day, but every night is merely beautiful when I
dream about his gorgeous eyes looking into mine. And when his voice is
the first thing I hear when I wake up in the morning, I can feel my
cheeks blush just by the presence of him in my thought.

 You are like a dream came true. I love you.

What A Looooooong Day!

Wednesday, November 7th, 2007

Yah, hari ini terasa panjaaang sekali buat gw. Sekarang pukul 22.02 malam, tapi kayaknya kejadian2 yang saya alami tadi pagi rasanya terjadi kemarin, atau beberapa hari yg lalu. Perasaan yang aneh. Tapi hari ini tuh panjang banget. Dan gw tidak ingin melupakan hari ini, entah kenapa.

Dimulai dari wake up call dari seorang, ehm, yah.. dia.

Entah kenapa pagi-pagi gw bisa meracau sebanyak dan sepanjang itu. Ga tau deh, ngomong apa aja. Udah lupa juga. Yang gw ingat, gw ngomong panjang lebar banget, sementara yang ngebangunin gw rasa sudah kembali tidur. Haha! Udah gitu merasa nggak enak. Ketauan deh, aslinya gw yang super cerewet. Hehe.

Lalu berangkat kuliah. Ada dosen tamu dari Bappenas. Gak gitu penting sih, kuliahnya. Terlalu money-oriented. Ga nangkep orientasi pembicaraannya ke mana, dan apa relevansinya dengan mata kuliah PKN. Yang kaya gituan mah, gw juga sudah merencanakan buat masa depan gw (baca: investasi properti. hakhaks!). Akhirnya sibuk chatting2an sama Laras. Eh, sebelumnya menyempatkan untuk membalas wake up call yang bersangkutan karena sampai jam tujuh lebih lima belas menit, orangnya belum nongol2 juga. Jangan-jangan masih tidur??? Lalu masih sempat berusaha menyimak materi kuliah sekitar lima belas menit pertama. Sisanya chatting2an, haha hihi, liat2 buku arsitektur (lebih guna daripada merhatiin si dosen tamu).

Eh, pas nengok ke belakang. Ada mas-mas yang ngeliat, sambil senyum-senyum. Hakhak! Saya pun membalas nyengir. Nyengir kuda. Hehe, jadi malu.

Lalu survei ke Villa Istana Bunga di Lembang. Agak kesal karena si teman saya malah pergi survei sama orang lain (faktor X!!), ya udah akhirnya pergi sama teman2 yang lainnya. Senangnya pergi ke daerah pegunungan di tengah minggu! Fresh aja liat yang hijau-hijau. Rasanya bebas dari rutinitas.

Survei yang aneh, sebenarnya. Kita malah sok2an menyamar jadi orang2 yang mau nyewa villa. Hihihi. Padahal diem2 ngukur ruangan2. Aneh banget lah. Tapi senang juga, ketemu orang2 yang begitu ramah. Hihihi, jadi ga enak.

Pulang. Menyetir kembali ke Bandung. Waw, jauh juga petualangan kami si Bolang hari ini…

Setelah itu kembali ke kampus untuk asistensi. Ga ada yang spesial. Tapi senang juga, ketawa-ketawa sama teman2 kelompok lagi. Mengintimidasi Abe yang MT selangit, menjilat Laras si Ratu Labtek IX B, dan memuja Anggun si Ratu Jalanan. Hahaha! Anggota kelompok gw emang aneh-aneh. Tak lupa senggol2an sama Laras seraya mengedip centil ke Pak Dosen yang Uhuy. Huahaha. Canda deeh.. Tapi tu orang emang keren banget.. Sayang, sudah menikah. HAHAHA!

Sorenya agak merasa kesepian. Teman-teman gw udah punya janji masing2. Ada yang pacaran, ada yang pulang, ada juga yang pergi sama faktor X. Dia? Entah ke mana. Gw? Belum pengen pulang!!! Yaa sudah lah. Akhirnya berpulang ke tempat berteduh yang biasa: LFM. Merengek2 minta diajari ngedit VCD wisuda ke Tangkas. Akhirnya diajari juga sama V-man. Akhirnya menghabiskan waktu sesorean hingga malam untuk mengedit.

Jadilah saya: Vivien sang Editor.

Bo. 3 jam baru jadi 7 orang, masih ada 33 orang lagi yang salamannya belum diedit. Huaah. Capek deh. Akhirnya pulang bareng Kocu, yang entah kenapa sebelum masuk mobil gw harus semprot2 parfum dulu. Haha. Segitu mindernya ya, Cu, masuk mobil gw? =p

Hahaha. Hari yang aneh. Entah kenapa, hari ini terasa begitu panjang. Begitu banyak hal yang terjadi, padahal setelah diruntut, gak banyak-banyak juga. Aneh.. Tapi entah mengapa ingin mengabadikan hari ini di blog. Mungkin juga kerinduan akan menulis diary. Baiklah, malam ini saya akan mencari diary saya dulu..

Oia. Hari ini ada yang jadian gak? Bagus lhoh, tanggalnya: 071107.
Seven eleven. Wow.
Hakhak. Sudah tak jelas.

Selamat hari Kamis, sodara-sodara!

***

buat Kamu: hmm.. good night! =)