Archive for July, 2007
A Mid-Year Resolution
Wednesday, July 18th, 2007Okay. I think I’m done with the melancholic sessions in this whole past 6 months. Here’s a list of things that I should REALLY do:
- Stop hurting myself. Going over an old wound on and on again won’t help the healing process, right?
- Try to keep focus. I mean, one thing at a time. Doing many, many jobs in the same time is killing me at this moment. So after this, I’m gonna have to focus in one thing. I think I’m gonna start by focusing my study next semester. Seriously.
- Learn to say NO! My friend says I’m too permissive most of the time, and I know it really well… I really have to learn better.
- Be more discipline. I’m kinda lacking of it lately. I should really keep a schedule and follow it. Be on time!
- Gain a better reputation. Kinda tired with this whole ‘Trio Brengsek’ thing. It was funny at the beginning, but it’s getting less funnier recently. We should really stop being kind of ‘boy oriented’. Ha-ha-ha.
- Be more independent! Well, in many aspects I know I don’t really depend on other people; but I still think that I can do better.
- Well, cheer up a little bit! See everything on the bright side! Write something more cheerful on the blog. Stop listening to depressing songs… And get more sleep.. Heheh!
People! Please help me to be a better person, will you?
Baca Baca Biar Bisa…
Tuesday, July 10th, 2007Arrgh!! Saya sangat ketinggalan!! Baiklah, ini daftar buku2 yg ingin sekali saya baca:
- The Catcher in The Rye (J.D Salinger)
- The Time Traveller’s Wife (Audrey Niffenegger)
- Stardust (Neil Gaiman) —> tapi novel grafisnya
- A Spot of Bother (Mark Haddon)
dan satu yang pasti ingin sekali segera dibaca adalah:
- Harry Potter and The Deathly Hallows (J.K Rowling)
huhu. Itu dulu deh.. sebenernya masih banyak lagi siih….
I miss the old times, when books were still less expensive. Hhh.
No Surprises
Friday, July 6th, 2007Menit-menit sebelum pertemuan denganmu, Ia berkali-kali menatap jamnya. Gelisah. Ia tak menyukai pertemuan-pertemuan canggung yang diselami keheningan kikuk, karena menit-menit akan terbuang sia-sia. Dan Ia tak ingin menyia-nyiakan setiap detik bersamamu karena akhir-akhir ini momen itu jarang terjadi.
Tak seperti dulu.
Jika dulu Ia tahu akan begini jadinya, akan Ia nikmati setiap serat dan setiap sel dari keberadaanmu yang menyejukkan. Kaulah yang mewarnai langit malamnya sehingga setiap malam Ia dapat menikmati warna-warna berbeda dari jendela kamarnya sebelum Ia jatuh tertidur ke pelukan mimpi. Dan itu juga kamu, yang berhasil menerbitkan senyum di lengkung bibirnya yang sudah lama membeku.
Tapi sebentuk rasa yang tak diduga mampu mengejutkannya sampai ke titik di mana Ia terduduk di tepi persimpangan jalan, mempertanyakan pada hatinya, apa yang sebenarnya Ia rasa; atau masih mampukah Ia merasa?
Dunianya pernah memalingkan diri dari kehangatan Surya sehingga Ia merasa dingin, dingin di setiap pagi dan malamnya.
Lalu siang itu Ia melihat sosokmu. Hatinya berdebar keras. Berpikir, haruskah Ia tersenyum hangat padamu; atau sebaiknya Ia memalingkan muka seperti yang biasa Ia lakukan padamu akhir-akhir ini, yang menyebabkan semuanya jadi kaku.
Tapi kau tersenyum lebih dulu. Dingin di hatinya lamat-lamat sirna dan Ia membalas tersenyum sehangat yang Ia bisa.
Pertemuan itu sangat singkat. Begitu singkatnya hingga kopi yang terhidang pun tak menjadi dingin di akhir pembicaraan. Sangat singkat, sampai-sampai Ia tak sempat menceritakan buku yang sedang dibacanya beberapa hari ini; kalau dulu, mereka akan menyempatkan waktu untuk mendiskusikan hal-hal seperti itu. Tapi tak ada menit-menit terbuang. Tak ada pula keheningan-keheningan menjemukan. Hanya percakapan-percakapan yang sudah lama tak terdengar, kerinduan.
Kalian mengucapkan selamat tinggal. Sedetik, Ia merasa tatapan matamu mengatakan sesuatu. Tapi tentu, kata-kata itu tak mungkin terucapkan kini. Hanya bisa terendap dalam lara, tak bisa lagi digunakan untuk cerahkan warna dunia.
Ia membalikkan badan penuh kepedihan, tapi yang tak kau tahu, setelah itu Ia tersenyum bahagia atas Pertemuan. Dan kalian pun mengambil kelokan yang berbeda untuk pulang.
Sore itu kota ini tampak lebih indah dari biasanya.
schlecht!
Wednesday, July 4th, 2007If you ask her whether she was fine, well the answer is:
won’t explain much. She’s just wondering, how could someone make so
many mistakes in this life? She knows that People Make Mistakes. She
just never knows that someone can ever make THAT many mistakes?* Now
she understands that it is better if she never expects much of anything
or anyone. She’s just had enough with disappointments.
* she’s not talking about someone else, she’s talking about herself here.
