Archive for August, 2006

Love…. As We Know It

Tuesday, August 29th, 2006

Satu.

Katanya sih, cewe yang lagi jatuh cinta biasanya keliatan cantik. Apa iya? Yah, kita liat aja Rassi. Akhir-akhir ini mukanya keliatan berseri-seri. Bawaannya nyanyi-nyanyi mulu. Eh, trus taunya hari ini dya keliatan berdua mulu sama Dean. Hohoho, teman-teman sekelasnya pun bertanya-tanya. Gosip dan bisik-bisik mulai beredar di antara para biang gosip. Padahal biasanya justru Rassi-lah juara nge-gosip sejurusan. Haha, yang digosipin malah sok-sokan misterius. Senyum-senyum aja, lalalalalaa…

Tapi kenyataan pada akhirnya terkuak juga (halah!). Sore itu para mahasiswa Arsitektur Institut Taman Bermain punya rencana untuk nomat. Termasuk di dalamnya Rassi dan Dean. Di dalam bioskop, oh tentu dong, mereka duduk sebelahan. Diva dan Milly yang ’secara kebetulan’ duduk di sebelah mereka mulai mesam-mesem penuh arti. Selama film berlangsung mereka berdua malah sibuk bisik-bisik dan sikut-sikutan (Diva dan Milly, bukan Rassi sama Dean!).

"Div, Div, yang cewe nyender tuh!!"

"Waaw,, mereka pegangan tangan!"

"Kayaknya jadian yah?" "Definitely, pasti jadian."

Alhasil, pas film beres langsung deh kedua sejoli itu diinterogasi. Sambil nyengir mereka berdua udah jadian sejak semalam. Aduuuuuu, masih lucu-lucunya!! Pantesan beberapa hari ini dia keliatan kinclong. Huhu. Tapi emang dasarnya dia cantik sih! Anyways, congrats yah buat Rassi dan Dean!! Semoga langgeng dan bahagia…

Dua.

Aksa suka Raya. Tapi Raya nggak tau Aksa suka padanya karena ia tak pernah memberi tahu siapapun. Aksa hanya bercerita pada Ina. Celakanya Ina baru menyadari kalau ia suka pada Aksa. Tapi setiap kali mereka mengobrol, pasti saja ada topik "Raya" terselip dalam obrolan mereka.

"Na, tadi gw ke kelas Tata Tulis bareng loh sama Raya."

"Na, tadi masa si Raya minjem punggung gw gitu buat alas nulis? Jangankan punggung deh, Na, dada pun abang kasih!"

"Iya Na, jadi si Raya itu yah, paling anti makan pisang. Udah gitu kalo makan bubur dia sukanya nggak diaduk dulu buburnya. Soalnya keliatannya kayak muntah! Aneh banget ya dia?"

"Coba tebak Na, barusan siapa yang manggil-manggil gw dari lantai tiga? Raya…"

Dan seterusnya.

Merupakan sebuah siksaan buat Ina untuk tetap berada di sana mendengarkan Aksa bercerita tentang bidadarinya tanpa menyadari bahwa di hadapannya berdiri seorang peri kecil yang terluka melihatnya jatuh cinta. Tapi Ina tetap di sana. Mendengarkan kata demi kata. Tersenyum sesekali. Di akhir cerita ia akan menepuk bahu Aksa sambil berkata, "Yah, Sa, suatu hari nanti dia bakal tahu kok kalo lu suka sama dia."

Walaupun kata-kata yang ingin diucapkannya adalah, "Lihat aku. Lihat mata aku. Lihat ke dalam hati aku. Siapa yang ada di situ?! Kamu."

Tiga.

Diva menatap pasangan baru itu dengan sedikit rasa iri.

Duh, enak ya Rassi. Bisa dielus pacar tiap hari.

Bandingkan dengan dirinya yang terpisah jauh Bandung - Sumedang dengan sang kekasih. Naik mobil pun harus lewat tol. Naik bus harus siap dengan risiko dicopet. Hiks. Rasanya ingin pindah kuliah saja. Akhirnya Diva mencoba mengalihkan perhatiannya ke hal-hal baru di sekitarnya. Ospek, teman-teman baru, dan tempat kos. Arrrgh! Belum ada juga yang bisa membuatnya lupa akan pacarnya yang calon dokter gigi. Belum lagi tugas-tugas jahanam yang menumpuk dari dosen-dosennya yang malam ini sedang dikerjakannya di kamar kos-nya. Kertas-kertas bertebaran di lantai.

Hhh… Apa kabar yah Raka sekarang? Lagi ngapain ya dia? Sms ah..

Selama ini sms cukup bisa mengobati penyakit yang diidap Diva selama tinggal di Bandung: Raka Syndrome. Tapi itu pun belum cukup.

Lho, belum beres ngebalesnya kok dia udah nge-sms lagi sih? Kangen banget apa ya???

Dibacanya sms yang baru masuk ke nomornya itu. Ternyata bukan Raka, tetapi Harsya.

‘Na, besok lu dateng kan ke acara senior itu? Lu dateng ya! Awas kalo ngga dateng. Gw males nih kalo sendirian.. -Harsh-’

Sambil tersenyum Diva membalas pesan singkat tersebut.

Hhh… Begini deh cobaan pacaran jarak jauh. Beda lingkungan, beda circle of friends; yang di sana cuek, eh di sini malah ada yang care!

Ya, Diva amat terkesan dengan Harsya. Pembawaannya open, ramah –terlalu ramah malah–, dan baik banget. Kemarin waktu Diva kewalahan dengan berlembar-lembar kertas gambar ukuran besar untuk tugasnya, Harsya dengan sigap membantu. Bahkan sampai nawarin nganter pulang segala.

Inget, Diva! Diva sayang Raka. Diva punya Raka. Diva sayang Harsya…

!!!!!

Diva terkesiap. Pikirannya sedang mempermainkan dirinya. Diva makin mumet. Ia pun menyerah pada tugas-tugas yang selusin itu dan pergi tidur.

Pagi yang cerah di hari baru. Diva dengan riang berjalan menuju kampus untuk kuliah pagi: Konsep Teknologi. Keceriaan itu masih berlanjut sampai ia melangkahkan kaki menuju ruang kelasnya pagi ini. Ia menangkap kehadiran Harsya di pojok kelas sedang mengobrol dengan… Katya!!! Mereka mengobrol begitu akrab. Harsya tampak begitu charming dan Katya tampak begitu santai. Gerak-gerik dan bahasa tubuhnya sama persis dengan geisture yang ditunjukkannya saat ia berbicara dengan Diva. Atau cewe manapun di kelas mereka. Diva merasa begitu bodoh! Kenapa ia tidak sadar kalau Harsya memang tipe cowo flamboyan, yang memang ramah sama semua orang? Sebegitu desperate-nyakah ia sampai mampu berpikir kalau ada cowo lain yang suka padanya? Kenapa ia tidak sadar kalo Harsya itu memang pada dasarnya baik, dan bukannya memperhatikan dirinya lebih daripada orang lain? Diva malu pada dirinya sendiri. Dikeluarkannya ponsel dari saku bajunya.

Menu. Message. Create Message. Text Message. Send.

Message sent to : Raka_ku!

Empat.

To Dito.

       Hey, orang sibuk! Sibuk banget sampe gak inget makan? Hmm.. Pasti kamu bingung, ngapain juga Katya ngirim-ngirim surat kayak gini. Gini ya, qt kan sama-sama sibuk, jadi agak susah juga ngatur jadwal ketemu. Makanya apa yang mo Kaykay omongin Kay tulis aja di surat. Biar kamu bisa baca pas lagi ada waktu bernapas. Trus feel-nya tuh lebih dapet aja gitu, kalo pake surat (jijii..). Murah lagi. Gak pake Rp 350,- per sms. Apa sih? Katya mulai garing.

       Yah, begini, Katya ngerti koq kalo Dito sekarang ini lagi ngalamin masa transisi. Ditdot lagi nemuin dunia baru yang Dit suka dan Dit larut di dalamnya. Kaykay berusaha ngertiin. Toh Kay juga lagi ngalamin hal yang sama. Kay lagi belajar hal-hal baru, dan ini menyita waktu Kay banget. Sampe-sampe mo ketemu Ditdot aja susah banget. Tapi selama Kay enjoy, dan Dit senang, Kay nggak mau menuntut lebih.

       Tapi Kay juga mau ngingetin, kalo apa yang kita liat sebagai ‘dunia baru’ ini nggak lain daripada sebuah warna baru untuk menambah kekayaan dari ‘dunia’ kita yang sebenarnya. Dunia yang di dalamnya telah ada warna-warna yang lain sebelumnya. Kita udah punya dunia ini dari dulu, dengan warna-warna yang muncul lebih dahulu. Kaykay adalah salah satu warna dalam dunia Ditdot. Begitu pula sebaliknya. Dan Kay bersyukur karena Ditdot udah hadir dalam hidup Kay…

       Makanya, Kay ngga mau jadi ‘warna’ yang terlupakan sama Dit. Kay ngga mau kalo Dit terlalu larut sama ‘dunia baru’ kamu dan akunya dicuekin… Aku adalah suatu warna dalam dunia kamu, dan begitu pula kuliah kamu. Bisa nggak aku ada di dunia kamu itu juga, ikut ngerasain gimana menariknya dunia kamu itu, atau at least ikut ngerasain senang karena kamu menemukan hal baru? Maaf, mungkin Kay terlalu banyak meminta.. Jujur aja, Kay juga manusia, dan Kay berusaha sekeras mungkin untuk mengerti, untuk ikut ngerasain kebahagiaan kamu. Tapi gimana bisa Kay mengerti kalau Kay nggak ikut ada di dalam dunia kamu itu?

       Ya udah deh, segini aja dulu dari aku. Mustinya aku ngerjain tugas nih, huhuhu. Selamat sibuk lagi!!!! Jangan lupa makan yah… :-)

Love, Katya.

Joy. Pain. Emotion. Ego. It’s A Lot Like Love.

Welcome to The World of Architecture!!!

Tuesday, August 22nd, 2006

Today is the first day of college. YAY!!!

So, I woke up this morning, all excited to start a new life as an Architecture student of Bandung Institute of Technology, I even had breakfast at home!! Usually I’d have breakfast on the way to school but since I’m a college student now that habit should be changed.

Anyways, there’s always sumthin unusual about the first day. As today, I got into the wrong class by accident. Correction. All 101 of us -my classmates- got into the wrong class by stupidity. Thanks for smart-asses. It was even a completely different building in the wrong side of campus! haha!! But anyways, finally we found the right class, just to find out that darkness awaits us there.

In other words, GOOD BYE, LIFE WITH JOY AND HAPPINESS! SO LONG… I WILL NEVER HAVE A TASTE OF YOU EVER AGAIN… not for another four years, at least.

We’ve got a dozen of projects waiting for us, not to mention another ton of homeworks and tasks. Today in 2D Compositions Class we had to draw a couple of line compositions that have to be approved next week. Well, you’re lucky if you make three compositions of which one is approved. But it is very likely that I will have to draw ten or twelve compositions before one is approved by the teacher. Insane.

Many of my classmates are just highly talented artists. Ideas come to their mind right away. And me? Well, you know I’m not an ‘artistic’ kind of person. So it was pretty much a challenge for me. But I’m not going to whine. I’m not supposed to. This is the life that I have chosen, and I’m gonna live it. I’m not very good on this, but I want to be good.

To get to this point, I have been struggling: dealing with my ‘artistic disabilities’, convincing my parents that this is what I want and I’m gonna work hard on it, graduating high school twice… I’m not gonna let myself down. It’s in the power of the mind now. If I believe that I can do this, then I will. I hope I will survive and everything is going to be OK.

…although it’s going to be a rough four years (minimum)…

Yesterday,

all my troubles seem so far away

now it seems as though they’re here to stay…

Oh I believe in yesterday…

—–Yesterday // The Beatles—–

To My Folks…

Sunday, August 13th, 2006

What if
There was no tomorrow
to look into your beloved ones in the eyes
and tell them how much they mean for you,
and that you love them so much??

How if
Today was your latest seconds to be with them?
Would you take it for granted?
or would you hug them close, and never let go?

Sometimes we’re just not thankful enough just to wake up in the morning with friends and family around us, knowing that they love us. We just live everyday just like any day, not knowing that Almighty God has His plan, and He could take away what we love or who we love the most just in one blink of eye. Or worse, we know about it, and still take any day for granted.

Very often in my life that I hurt people I love, people who love me the most, and regret it in the end. Often I have to ask myself, how extreme should life take me so I would not do the same mistake over and over again???

When you read or hear about someone else’s life who’s less fortunate than you… Someone who suffers from cancer who wish he/she had just another day to thank everyone around them; a child who gets abused everyday by his/her own parents; etc… You will be like, thank God I didn’t have to experience it. But, just how far does someone else’s experience take you, so you will be thankful for what you already have in life today? Or just be thankful that you’re alive today?

Yeah. I’m just a human who makes mistakes everyday. But it is something wrong to say. Cuz I don’t wanna repeat the same mistake. But I picture myself as a rock, that is super hard to be changed. It takes an earthquake to destroy a rock, and I don’t think I’m ready for quite a disaster just yet…

People often ask why does regret always come at the end. But I think regret is called a regret cuz it comes in the end; unless it will be called a warning. Yeah. Warnings actually come before actions, but people often don’t see it coming. But a regret remains a regret if you don’t learn from it. Life is ‘The Mahaguru’ where in each piece of it you can always learn a lesson to make you a better person. Well, I’m learning. I still am. Cuz life is a huge learning process in which we should never stop watching, listening, learning. I’m learning to be a better person, a better lover, a better DAUGHTER. I’m learning to change myself from a rock that I am right now, to be just a HUMAN. A Human who learns.

"Everything has been figured out, except how to live."
- Jean-Paul Sartre